Mengulik Otak Porno Pendukung Prabowo Sandi Edit Foto Ketum PSI




Kalau tidak suka, ya jangan fitnah. Itu adalah hukum yang utama dari perang politik di Indonesia. Tapi apa yang terjadi di dalam politik di Indonesia, sudah masuk ke tahap yang kurang ajar.

Tahap ini sudah seperti perang Badar betulan. Jangan sampai perang ini terus berlanjut ke dunia nyata. Polisi harus usut tuntas, pengedit foto itu.

Maaf? Maaf tidak semurah 6.000. Maaf itu tidak semurah harga diri pemfitnah dan penebar hoax video setengah telanjang.

Di mana hati nurani kalian? Biasanya, pendukung memiliki mentalitas duabelas tigabelas dengan junjunganya. Prabowo sebar hoax, pendukung juga sebar hoax dan hate speech.

Emosi Raja Juli Antoni begitu meledak-ledak melihat bagaimana ketua umumnya, seorang perempuan Indonesia, Grace Natalie diedit sedemikian tidak senonoh. Raja Juli Antoni menyemburkan kemarahannya dengan amat sangat.

PSI melaporkan penyebar gambar biadab itu. Ada yang bilang PSI melaporkan karena profile picture si pemfitnah adalah Prabowo. Mungkin itu strategi PSI yang sedang dikritik habis mengenai perda.

Sekalian mengalihkan, jadikan strategi untuk menjelek-jelekan Prabowo dan Sandi. Persetan dengan strategi! Ini urusan kemanusiaan.



Ini urusan sosial. Ini urusan akal sehat dan hati nurani. Ini sudah urusan kejiwaan dari pendukung Prabowo. Itu bukan lagi strategi. Kebatilan dan kejahatan harus diungkap. Kebenaran harus terus dikedepankan.

Jangan sampai kata “maaf” menjadi semurah permintaan maaf Prabowo karena sebar hoax Ratna, hina tampang Boyolali, dan Sandiaga yang melangkahi makam pendiri NU dan pejuang NKRI. Jangan sampai kata maaf di Indonesia, menjadi sebuah barang dagangan murah. Mereka sedang kena karma Ahok.

Maaf nya Ahok itu tidak digubris. Maka penulis sangat mendukung pelaporan PSI kepada polisi. Jangan dibodoh-bodohi oleh permintaan maaf. Lihat Ahok, yang menjadi teladan bagi PSI, sebagai tokoh politik baik.

Ketokohan Ahok sangat menginspirasi PSI. Ikutilah aliran karma, agar kalian tidak kena karma. Proses terus ke ranah hukum. Muannas Alaidid, kuasa hukum PSI pun akhirnya melaporkan. Muannas mengikuti aliran karma.

Isi konten itu jelas menunjukkan di antaranya adalah berupa gambar, tampilan, di mana Ketum PSI Sis Grace itu dalam posisi yang sangat menggambarkan tindakan asusila, berupa ketelanjangan…

Saya kira merupakan bagian dari komitmen kami, PSI, untuk memerangi hoaks dan hate speech. Bagi kami ini tidak mudah, tetapi proses hukum adalah solusinya…


Kalau kami masih menemukan di akun-akun media sosial, maka kami akan terus melakukan pelaporan…

*ujar Muannas saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/11).

Setelah Muannas Alaidid melaporkan akun itu ke polisi, Raja Juli Antoni pun juga angkat suara, menebarkan ketakutan kepada mereka yang menyebarkan hoax dan hate speech. Memang hoax dan hate speech itu harus ditakut-takuti.

Mereka itu seperti binatang jalang. Hidup besok pun tidak menentu, ini mau dipimpin junjungannya yang penebar hoax? Jangan mimpi hidup seribu tahun. Kalian merasa jadi binatang jalang yang dari kumpulannya terbuang?

Kalian tdk punya argumen membantah ide kami. Kalian tdk punya cara menghalangi optimisme kami. Para pengecut mengedit dgn buruk foto ketum kami, seorang perempuan, dgn keji. Kami tidak takut. Kami tidak akan mundur.

@AnthoniRaja

Gambar tidak senonoh itu harusnya sudah dihilangkan dari Facebook. Akun itu harus diberi pelajaran. Pendukung Prabowo Sandi harus bayar harga.

Dengar-dengar Sandi mendadak jadi imam sholat? Percuma. Sudah langkahi makam. Jadi hanya sebatas bayar dosa? Tidak bisa. Percuma kalau hoax ratna pun disebarkan.

Mau jadi apa bangsa ini jika pemimpinnya penyebar hoax, pedukungnya penyebar hoax? Hidup di Indonesia nanti hanya sebatas hoax. Penegakan hukum harus dijalankan. Semoga saja mereka bertobat dan beralih kepada kebenaran.

Jangan sampai kebenaran itu hilang. Lihatlah bukti, bahwa Sandiaga tidak becus memimpin Jakarta, mau memimpin indonesia? Lihat saja Prabowo tidak bisa kontrol mulutnya, mau memimpin Indonesia?

Mau Indonesia sehancur Jakarta? Pilih saja mereka. Hoax akan merajalela. Kebenaran akan dibuat hilang, kalau perlu dibusukkan. 32 tahun Indonesia sudah sengsara. Mau ditambah lagi?

Begitulah unta-unta.


Sumber 

0 Response to "Mengulik Otak Porno Pendukung Prabowo Sandi Edit Foto Ketum PSI"

Posting Komentar